BUMDES

                                                                                                                               



 



ANGGARAN DASAR (AD) BADAN USAHA MILIK KAMPUNG (BUMK)LAMPAHAN BARAT KECAMATAN TIMANG GAJAH KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2018



PENDAHULUAN



Organisasi ekonomi Kampung menjadi bagian penting, sekaligus masih menjadi titik lemah dalam rangka mendukung penguatan ekonomi Kampung. Oleh karenanya diperlukan upaya sistematis untuk mendorong organisasi ini agar mampu mengelola aset ekonomi strategis di Kampung sekaligus mengembangkan jaringan ekonomi demi meningkatkan daya saing ekonomi Kampung. Dalam konteks demikian, BUMK pada dasarnya merupakan bentuk konsolidasi atau penguatan terhadap lembaga-lembaga ekonomi Kampung.



BAB I



NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN



Pasal 1



Nama



Badan Usaha Milik Kampung ini bernama BUMK “LAMPAHAN BARAT ”.



Pasal 2



Waktu



Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Lampahan Barat telah didirikan sejak tanggal 03 bulan Mei tahun 2009 yang lalu dengan jangka waktu yang tidak terbatas.



Pasal 3



Kedudukan



Kedudukan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) “LAMPAHAN BARAT” berkedudukan di  Kampung Lampahan Barat Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah.



BAB II



MAKSUD DAN TUJUAN



Pasal 4



Maksud



Maksud pembentukan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) adalah Usaha yang berbadan Hukum melalui Qanun Kampung Lampahan Barat Nomor 04 Tahun 2018 dan Akte Notaris No 9 Tahun 2014, bergerak dalam bidang usaha yang sesuai dengan kewenangan Kampung, mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat , menggerakkan perekonomian Kampung dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat Kampung Lampahan Barat.



Pasal 5



Tujuan



Tujuan pembentukkan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK), berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kampung, memperluas pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya termasuk kesempatan usaha dan lapangan kerja.



BAB III



BIDANG USAHA, KETENTUAN USAHA DAN PERUBAHAN USAHA



Pasal 6



Bidang Usaha




  1. Bidang usaha BUMK Lampahan Barat. meliputi jasa pelayanan Perindustrian, Perdagangan, Pertanian, Pekerjaan umum, Perhubungan, Kehutanan dan Perkebunan, Pertambangan dan Energi diluar kewenangan Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

  2. Bidang usaha BUMK  Lampahan Barat adalah sebagai berikut:



(1) Jangka Pendek




  1. Usaha Kios Kampung




  1. Usaha Sewa Teratak-Alat PKK                                        

  2. Usaha Kelola Tanah Kampung        

  3. Usaha Simpan Pinjam                        

  4. Dan seterusnya                                      



(2)  Jangka Panjang



      a. Lembaga Keuangan Kampung



   b. Pengembangan Usaha-Usaha lainnya.          



Pasal 7



Ketentuan Usaha



Ketentuan usaha BUMK Lampahan Barat ditetapkan melalui musyawarah Kampung sebagai berikut:




  1. Merencanakan dan menetapkan bidang usaha sesuai dengan potensi, kapasitas dan kewenangan Kampung.

  2. Merencanakan dan menetapkan bidang usaha yang mendukung dan membantu usaha masyarakat dengan tidak mematikan usaha masyarakat lokal.



Pasal 8



Perubahan Usaha



Perubahan bidang usaha BUMK Lampahan Barat ditetapkan melalui Musyawarah Kampung.



BAB IV



MODAL DASAR



Pasal 9



Sumber Modal




  1. Modal Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) bersumber dari:




  1. Penyertaan Modal pemerintah Kampung yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK).

  2. Tabungan Masyarakat.

  3. Bantuan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.

  4. Pinjaman.

  5. Penyertaan Modal pihak lain atau kerjasama bagi hasil atas dasar saling menguntungkan.




  1. Setiap Penyertaan Modal yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK) harus melalui Musyawarah Kampung dan ditetapkan dengan Qanun Kampung.

  2. Setiap Penambahan Penyertaan modal Kampung sebagaimana dimaksud ayat (2) baik berupa penambahan maupun pengurangan termasuk penambahan struktur kepemilikan Modal Kampung ditetapkan dengan Qanun Kampung.

  3. Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (3) bagi penambahan penyertaan modal Kampung yang berasal dari tabungan masyarakat, bantuan pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, pinjaman dan/ atau penyertaan modal pihak lain atau  kerjasama bagi hasil atas dasar saling menguntungkan.



Pasal 10



Modal Awal



Modal Dasar Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Lampahan Barat berupa tanah, bangunan dan penyertaan modal sebesar Rp. 91.000.000,- (Sembilan Puluh Satu Juta  Rupiah) yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK).



BAB V



SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA



Pasal 11



Susunan Organisasi



Struktur Organisasi dan Tata Kerja Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) ditetapkan berdasarkan Musyawarah Kampung.



Pasal 12



Struktur Pendiri dan Pengawas, Pengurus dan Tim Pemeriksa



Untuk pertama kalinya struktur kepengurusan dan pengelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) tersusun sebagai berikut:




  1. Musyawarah Kampung.




  1. Reje dan aparatur Kampung;

  2. Ketua Petue , Sekretaris dan Anggota Petue

  3. Unsur Pemuda, Unsur Perempuan dan Tokoh Masyarakat Kampung Lampahan Barat.




  1. Pendiri dan Pengawas adalah Unsur Pemerintahan Kampung secara ex officio dijabat oleh Reje, Banta Kampung, Ketua Petue dan Tengku Imum Kampung.

  2. Dewan Direksi (Pelaksana/Pengurus Operasional).




  1. Direktur;

  2. Sekretaris; dan

  3. Bendahara.




  1. Kepala Unit Usaha.




  1. Kepala Unit usaha Kios Desa                                       : MUS MULYADI

  2. Kepala Unit Usaha Gedung Serba Guna                         : MUS MULYADI

  3. Kepala Unit Usaha Sewa Teratak-Alat PKK                     : MUS MULYADI

  4. Kepala Unit Usaha Simpan Pinjam                         : SYAHRIN

  5. Kepala Unit Usaha Tanah kampung                                  : MUS MULYADI




  1. Tim Pemeriksa




  1. Ketua merangkap anggota

  2. Sekretaris merangkap anggota

  3. Auditor merangkap anggota.



BAB VI



KEPENGURUSAN



Bagian Pertama



Pasal 13



Musyawarah Kampung




  1. Musyawarah Kampung merupakan kekuasaan tertinggi dalam menentukan kebijakan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Lampahan Barat.

  2. Musyawarah Kampung mempunyai fungsi:




  1. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang dituangkan kedalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

  2. Perumusan dan penetapan arah kebijakan pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang dituangkan kedalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Badan Usaha MIlik Kampung (BUMK).

  3. Penentuan besarnya dan perubahan Modal Dasar Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

  4. Pelaksanaan rapat dan atau rapat umum sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun dan;

  5. Peneriamaan dan penilaian pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung.




  1. Musyawarah Kampung sekurang-kurangnya dihadiri oleh:




  1. Reje;

  2. Ketua dan anggota Petue;

  3. Para Kepala Dusun;

  4. 5 (lima) orang Permusyawaratan Pemuda;

  5. 5 (lima) orang Perwakilan Perempuan;

  6. 5 (lima) Tokoh masyarakat.



Bagian Kedua



Pendiri/Pengawas, Direksi (Pelaksana Operasional) dan Kepala Unit Usaha



 



Pasal 14



Penasehat




  1. Pendiri/Pengawas merupakan kepengurusan Ketua Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang bertanggung jawab terhadap kebijakan sesuai anggaran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan amanat Musyawarah Kampung, Pejabat Pemerintahan Kampung karena jabatannya (ex officio). Pendiri dan Pengawas adalah Unsur Pemerintahan Kampung secara ex officio dijabat oleh Reje, Sekretaris Kampung, Ketua Tuha Peut dan Tengku Imum Meunasah dan mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut:



 




  1. Memberi nasehat kepada Direksi (Pelaksana Operasional) dan Kepala Unit Usaha dalam melaksanakan Pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

  2. Memberikan saran dan pendapat mengenai masalah yang dianggap penting bagi  Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

  3. Mengawasi pelaksanaan kegiatan usaha apabila terjadi gejala menurunnya kinerja kepengurusan.




  1. Untuk melaksanakan kewajibannya sebagaimana dimaksud ayat (1), Pendiri/Pengawas mempunyai kewenangan:




  1. Meminta penjelasan dari pengurus mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan usaha Kampung;

  2. Melindungi Usaha Kampung terhadap hal-hal yang dapat merusak kelangsungan dan citra Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).



 



 



Pasal 15



Tanggung jawab Pendiri/Pengawas



 




  1. Pendiri/Pengawas bertanggung jawab penuh atas pengawasan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk kepentingan dan tujuan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK);

  2. Dalam melaksanakan tugasnya Pendiri/Pengawas harus mematuhi Anggaran Dasar Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan ketentuan peraturan perundangan serta wajib menerapkan prinsip-prinsip yang digariskan Musyawarah Kampung.



Pasal 16



Direksi (Pelaksana Operasional) dan Kepala Unit Usaha



1)  Anggota Direksi dan Kepala Unit Usaha sebagaimana dimaksud Pasal 12 huruf c dan huruf d bertanggungjawab penuh atas pengurusan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk kepentingan dan tujuan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) serta mewakili BUMK baik didalam maupun diluar pengadilan;



2)  Dalam melaksanakan tugasnya, Anggota Direksi dan Kepala Unit Usaha harus mematuhi anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggung jawaban serta kewajaran.



Pasal 17



Larangan Anggota Direksi (Pelaksana Operasional), Kepala Unit Usaha dan Pendiri/Pengawas



1)  Anggota Direksi, Kepala Unit Usaha dan Pendiri/Pengawas dilarang mengambil keuntungan pribadi baik secara langsung maupun tidak langsung dari kegiatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) selain penghasilan sah;



2)  Pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1) dikenakan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.



Pasal 18



Syarat Pengangkatan, Pemberhentian Direksi (Pelaksana Operasional) dan Kepala Unit Usaha



1)  Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi dilakukan oleh Reje Kampung dengan berpedoman pada Qanun Kampung;



2) Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Unit Usaha dilakukan oleh Direksi dengan berpedoman pada Qanun Kampung;



3)  Pengangkatan direksi dan kepala Unit usaha didasarkan pada persyaratan sebagai berikut;



      a.   warga Kampung yang memiliki jiwa usaha;



      b.   bertempat tinggal dan menetap di Kampung sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun;



      c.   berkepribadian baik, jujur, adil, cakap, berwibawa, penuh pengabdian terhadap perekonomian Kampung;




  1. Pengangkatan sebagaimana dimaksud ayat (2) dilakukan melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan;

  2. Penyampaian Visi dan Misi sebagaimana dimaksud ayat (3) dilaksanakan didepan Petue Kampung , Pemerintah Kampung serta Masyarakat di Kampung yang bersangkutan;

  3. Mekanisme uji kelayakan dan kepatutan sebagaimana dimaksud ayat (3), diatur dalam Musyawarah Kampung.



Pasal 19



Masa Jabatan Direksi (Pelaksana Operasional) dan Kepala Unit Usaha




  1. Bagi calon anggota Direksi dan Kepala Unit Usaha yang telah dinyatakan layak dan patut berdasarkan janji/ visi dan misi atau pernyataan direksi untuk memenuhi segala target yang ditetapkan oleh musyawarah Kampung atau Komisaris (Reje).

  2. Masa jabatan anggota Direksi ditetapkan  3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya;



Pasal 20



Pemberhentian Direksi (Pelaksana Operasional) dan Kepala Unit Usaha




  1. Direksi dan Kepala Unit Usaha sebagai unsur Badan Pengelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dapat  berhenti atau diberhentikan karena:




  1. Meninggal dunia;

  2. Permintaan sendiri;

  3. Tidak melaksanakan tugasnya dengan baik;

  4. Melakukan tindakan yang merugikan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK);

  5. Dipidana penjara karena dipersalahkan melakukan perbuatan pidana atau perbuatan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya;

  6. Sesuatu hal yang menyebabkan tidak dapat melaksanakan tugas secara wajar;

  7. Habis masa jabatannya;

  8. Tidak mematuhi syarat-syarat lain yang ditetapkan dalan Anggaran Dasar;

  9. Alasan lain berdasarkan Keputusan Reje  melalui Musyawarah Kampung.




  1. Direksi dan Kepala Unit Usaha dapat diberhentikan berdasarkan Keputusan Reje melalui musyawarah Kampung;



Pasal 21



Rancangan Kerja Direksi (Pelaksana Operasional) dan Kepala Unit Usaha




  1. Direksi dan Kepala Unit Usaha wajib menyiapkan Rancangan Kerja jangka panjang yang merupakan rencana strategis yamng memuat sasaran dan tujuan Badan Usaha Milik Kampung yang hendak dicapai dalam jangka waktu 5 (lima) tahun;

  2. Rancangan Kerja jangka panjang sebagaimana dimaksud ayat (1) setelah ditandatangani bersama dengan disampaikan kepada Reje dan tuha Peut Gampiong untuk mendapatkan pengesahan.



Pasal 22



Rencana dan Rancangan Anggaran Tahunan Kerja



Direksi (Pelaksana Operasional) dan Kepala Unit Usaha



1)  Disamping wajib menyiapakan Rencana Kerja jangka pendek dan jangka panjang direksi dan Kepala Unti Usaha wajib menyampaikan Rencana Anggaran Tahunan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai penjabaran dari rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang;



2)  Rancangan anggaran tahunan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagaimana dimaksud ayat (1) wajib disampaikan kepada Reje dan Tuha Peut untuk memperoleh pengesahan.



Pasa 23



Laporan Tahunan Direksi (Pelaksana Operasional) dan Kepala Unit Usaha



1)  Dalam waktu 3 (tiga) bulan setelah penutupan tahun buku, Direksi dan Kepala Unit Usaha wajib menyampaikan laporan tahunan kepada Reje dan Petue untuk memperoleh pengesahan;



2)  Laporan tahunan sebagaimana dimaksud ayat (1) ditanda tangani oleh semua anggota Direksi, Kepala Unit Usaha;



3)  Dalam hal terdapat anggota Direksi atau Kepala Unit Usaha yang tidak bersedia menandatangani laporan tahunan sebagaimana dimaksud ayat (2), harus disebutkan alasannya secara tertulis.



Pasal 24



Ketentuan



Ketentuan lebih lanjut mengenai Rencana Jangka Pendek dan Jangka Panjang, Rencana Anggaran Tahunan dan perhitungan Tahunan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK)diatur dengan Keputusan Reje.



Pasal 25



Larangan Rangkap Jabatan



1)  Anggota Direksi dan Kepala Unit Usaha dilarang merangkap jabatan sebagai:



      a.   Anggota Direksi dan Kepala Unit Usaha pada BUMD, BUMswasta dan jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan (konflik interest).



      b.   Jabatan struktural dan fungsional lainnya pada Instansi/ Lembaga Pemerintah Daerah;



      c.   Ketua dan Anggota Petue Lembaga Pemberdayaan Masyarakat;



      d.   Jabatan lainya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.



Pasal 26



Tugas dan Kewajiban Lain



Disamping tugas dan kewajiban sebagaimana dimaksud Pasal 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, dan 26 Direksi dan Kepala Unit Usaha mempunyai tugas dan kewajiban lain sebagai berikut;




  1. Tugas Direksi adalah;




  1. Mengembangkan dan membina badan usaha agar tumbuh dan berkembang menjadi lembaga yang dapat melayani kebutuhan ekonomi masyarakat.

  2. Mengusahakan agar tetap terciptanya pelayanan ekonomi Kampung yang adil dan merata;

  3. Memupuk usaha kerjasama dengan lembaga-lembaga perekonomian lainnya yang ada di Kampung;

  4. Menggali dan memanfaatkan potensi ekonomi Kampung untuk meningkatkan Pendapatan Asli Kampung;

  5. Memberi laporan perkembangan usaha kepada masyarakat Kampung melalui forum musyawarah Kampung minimal 2 (dua) kali setiap tahun.




  1. Kewajiban Direksi dan Kepala Unit Usaha adalah;




  1. Kepala Unit Usaha wajib menyampaikan laporan berkala setiap bulan berjalan kepada Direksi mengenai :




  • Laporan Keuangan Unit Usaha.

  • Progres Kegiatan dalam bulan berjalan.




  1. Direksi menyampaikan laporan dari seluruh kegiatan kepada Penasehat setaiap 3(tiga) bulan sekali dan tembusannya kepada Instansi Pembina Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Bener Meriah.




  1. Laporan secara keseluruhan dalam 6 (enam) bulan harus diketahui oleh warga Kampung dalam suatu rembug/ Musyawarah Kampung.



Bagian Ketiga



Dewan Pendiri dan atau Pengawas



Pasal 27



Tugas dan Struktur Badan Pengawas




  1. Dewan Pendiri dan atau pengawas dalam Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang melaksanakan Pengawasan dan Pemeriksaaan pelaksanaan kebijakan pengelola Badan Usaha Milik Kampung sesuai dengan Anggaran Rumah tangga yang ditetapkan.




  1. Dewan Pendiri dan atau pengawas mempunyai Tugas dan Fungsi:




  1. Merumuskan kebijakan operasional pengawas pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

  2. Mengangkat anggota pengawas Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dengan persetujuan Pemerintah Kampung dan Tuha Peut;

  3. Melaksanakan pengawasan atas kebijakan pengelola dalam menjalankan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK);

  4. Memeriksa aktifitas pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) pada aspek administrasi dan manajemen;

  5. Menyampaikan laporan pengawasan pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) kepada pemerintah Kampung dan Tuha Peut;

  6. Menindaklanjuti hasil pengawasan dan pemeriksaaan dengan persetujuan Pemerintah Kampung dan Tuha Peut;

  7. Menyusun laporan pertangungjawaban pelaksanaan pengawasan pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) kepada Musyawarah Kampung;

  8. Mengadakan rapat dan atau sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam satu tahun.




  1. Kepengurusan Dewan Pendiri dan atau pengawas sekurang-kurangnya terdiri dari:




  1. Ketua merangkap angota;

  2. Sekretaris merangkap anggota;

  3. Bidang Usaha dan Aministrasi merangkap anggota;

  4. Bidang Keuangan merangkap anggota;




  1. Syarat-syarat untuk diangkat sebagai anggota Dewan Pendiri dan atau pengawas adalah sebagai berikut;




  1. Warga Negara Indonesia;

  2. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

  3. Bertempat tinggal diKampung yang bersangkutan;

  4. Memiliki kredibilitas dan integrasi moral yang baik;

  5. Memiliki integritas, loyalitas dan dedikasi tinggi terhadap Badan Usaha Milik Kampung (BUMK);

  6. Memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan dalam bidangnya dan memahami manajemen perusahaan;

  7. Mempunyai waktu yang penuh untuk melaksanakan tugasnya;

  8. Sehat jasmani dan rohani;

  9. Berumur tidak melebihi 55 (lima puluh lima) tahun;

  10. Dari Unsur Pemerintahan Kampung

  11. Syarat-syarat lain yang ditentukan dalam Musyawarah Kampung.




  1. Dewan Pendiri dan atau pengawas dalam menyelenggarakan tugasnya bertanggungjawab kepada Musyawarah Kampung.




  1. Masa Jabatan Dewan Pendiri dan atau pengawas paling lama 6 (enam) tahun dan dapat diangkat kembali hanya untuk satu kali masa jabatan dalam kedudukan yang sama atau diberhentikan sebelum habis masa jabatannya.




  1. Dewan Pendiri dan atau pengawas dapat berhenti atau diberhentikan karena;




  1. Meninggal dunia;

  2. Permintaan sendiri;

  3. Tidak melaksanakan tugasnya dangan baik;

  4. Melaksanakan tindakan yang merugikan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK);

  5. Dipidakan penjara karena dipersalahkan melakukan perbuatan pidana atau perbuatan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya;

  6. Sesuatu hal yang dapat menyebabkan tidak dapat melaksanakan tugas secara wajar;

  7. Habis masa jabatannya;

  8. Tidak memenuhi syarat-syarat lain yang ditetapkan dalan Anggaran Dasar;

  9. Alasan lain berdasarkan Keputusan Reje melalui Musyawarah Kampung.




  1. Anggota Badan Pengawas diberhentikan Dewan Pendiri dan atau pengawas diberhentikan berdasarkan Keputusan Reje melalui Musyawarah Kampung.



BAB VII



LARANGAN



Pasal 28



Larangan Anggota Direksi dan Kepala Unit Usaha




  1. Anggota direksi dan Kepala Unit Usaha dilarang merangkap jabatan sebagai berikut;




  1. Anggota Direksi atau Kepala Unit usaha pada BUMD, BUM swasta dan jabatan lain yang menimbulkan benturan kepentingan;

  2. Jabatan sturktural dan fungsional lainnya pada Instansi/ Lembaga Pemerintah Kampung;

  3. Anggota Tuha Peut, Lembaga Pemberdayaan Mayarakat Kampung;

  4. Jabatan lainnya dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan.




  1. Ketentuan sebagaimana diamksud pada ayat (1) pasal ini, diatur kembali dalam Musyawarah Kampung;



BAB VII



INSENTIF



Pasal 29



Kedudukan Hukum Insentif dan Penghasilan lain-lain berdasarkan Musyawarah Kampung



BAB IX



PENETAPAN DAN PENGGUNAAN KEUNTUNGAN USAHA



Pasal 30



Pendapatan dan Penggunaan Laba




  1. Penetapan dan Penggunaan Laba Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) disahkan dalam Musyawarah Kampung berdasarkan keputusan bersama.

  2. Penetapan dan penggunaan laba Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) disahkan oleh Musyawarah Kampung berdasarkan kesepakatan;

  3. Deviden yang menjadi hak Pemerintah Kampung langsung disetor ke Kas Kampung segera setelah disahkan oleh Musyawarah Kampung selambat-lamabatnya 1 (satu) minggu setelah perhitungan dan pembagian keuntungan usaha.



BAB X



KERJASAMA DENGAN PIHAK KETIGA



Pasal 31



Sinergi Pihak Ketiga



Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dapat mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut:




  1. Apabila kerjasama dimaksud memrlukan jaminan harta benda yang dimiliki atau yang dikelola  Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan akan mengakibatkan beban hutang, maka harus mendapat persetujuan Ketua Pengawas/Penasehat dan Petue  Kampung;

  2. Apabila kerja sama dimaksud tidak memerlukan jaminan harta benda yang dimiliki atau yang dikelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), dan tidak mengakibatkan beban hutang, maka rencana kerjasama tersebut harus diberitahukan kepada Ketua Pengawas/ Penasehat.



BAB XI



PEMBUBARAN BADAN USAHA MILIK KAMPUNG (BUMK)



Pasal 32



Ketentuan Pembubaran




  1. Pembubaran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dapat dilakukan berdasarkan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 anggota Musyawarah Kampung dan ditetapkan dalam Peraturan Kampung.

  2. Kekayaan Kampung hasil pembubaran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) disetor langsung ke Kas Kampung.



BAB XII



PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA



Pasal 33



Perubahan



Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hanya dapat diubah oleh Musyawarah Kampung.



BAB XIII



KETENTUAN PENUTUP



Pasal 34



Unsur Kepengurusan



Unsur kepengurusan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) memutuskan segala perselisihan dalam penafsiran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).



Pasal 35



Ketentuan lain



Unsur kepengurusan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) memutuskan hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).



Pasal 36



Pengesahan dan Penetapan



Anggaran Dasar ini disahkan oleh Musyawarah Kampung dan berlaku sejak ditetapkan.



 



Ditetapkan di Kampung Lampahan Barat



Pada tanggal  04 Juli 2018



Reje Lampahan Barat



 



BUCHARI ALI


Facebook Fans Page
Facebook Fans Page